Tanpa Arah dan Tujuan

Seperti kapal yang berlayar di lautan,aku hanyalah terus berlayar tetapi tidak tahu harus ke arah mana aku bawa kapal ku. Tepatnya aku tidak tahu arah dan tujuan dalam pelayaran ku,iya seperti itu lah kehidupan yang aku jalani.

Aku tahu aku hanya harus terus hidup,tetapi aku tidak tahu hidup seperti apa yang aku hidupi dan hidup yang bagaimana yang aku inginkan.

Setiap harinya hanya habis dengan hari ini saja,aku tidak begitu rinci menjelaskan arah hidup ku harus seperti apa kedepannya. Aku menjalaninya dengan hanya berjalan menunduk dan menatap selangkah demi selangkah kemana kaki ku berjalan,aku hanya terus berjalan tetapi tidak menatap ke arah mana akan ku bawa langkah ku.

Aku hanya fokus kepada langkah ku dan tidak memperhatikan arah,itu lah sebab kenapa aku merasa perjalanan ku sangat terbatas dan aku sangat tidak menikmatinya. Jadi apapun itu yang sudah ku lalui aku hanya tahu bahwa aku sudah melaluinya tetapi tidak benar-benar tahu apa saja yang sudah aku lalui.

Saat dimana aku temui kerikil dan duri diperjalanan ku,yang aku lakukan kalau tidak berbalik meninggalkannya maka aku akan tetap berjalan diatasnya tanpa melihat sampai dimana batas penghalang itu menghalangi jalan ku karena aku terus menunduk sehingga aku merasa tersakiti oleh langkah ku sendiri.

Dalam perjalanan ini sangat sedikit yang aku maknai,karena yang aku lihat hanya sebatas langkah kaki ku saja. Aku tidak menyadari apa yang ada disamping ku,dibelakang,diatas ataupun didepan ku,sehingga semuanya terasa sangat membosankan.

Sampai suatu saat,aku merasakan ada yang menepuk pundak ku dari belakang dengan lembut sambil berkata “berbaliklah dan lihatlah ke arah ku,maka kau akan tahu siapa kamu sebenarnya”. Merasakan tepukan lembut itu dan mendengar suaranya aku memutuskan untuk berhenti sejenak.

Aku membalikkan badan ku tetapi aku tetap menunduk sehingga yang terlihat didepan kaki ku hanyalah sepasang kaki yang lain. Baiklah,aku telah menghentikan langkah ku dan membalikkan badan ku tetapi yang aku dapati disana hanyalah sepasang kaki seperti kepunyaan ku yang sepanjang perjalanan ini ku tatap. Aku tidak merasa bahwa aku sedang menemukan sesuatu yang berbeda disana.

Orang itu tidak meminta ku untuk jangan menunduk,dia hanya terus berbicara kepada ku dan bercerita tentang apa yang dia lihat sepanjang perjalanannya. Dia begitu antusias dalam menggambarkan perjalan hidupnya didepan aku yang hanya diam dan sangat membosankan ini.

Aku tidak punya sesuatu untuk dikatakan atau diceritakan kepadanya karena selama perjalanan hidup ku yang aku tahu hanyalah langkah kaki ku saja. Tetapi walaupun begitu,dia tidak berhenti.

Setelah begitu lama aku mendengarkan dia bicara dan dari ceritanya aku mulai merasa ingin tahu seperti apakah kehidupan diluar sepasang kaki yang sudah begitu lama ku tatap. Akan kah ku lihat sesuatu yang berbeda diluar sana. Dia terus membuat ku ingin tahu.

Tibalah pada suatu hari dimana rasa ingin tahu ku sudah memuncak,aku merasakan keinginan yang begitu kuat dalam diriku dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin melihat ke sekitar ku. Tetapi dia meminta ku untuk bersabar dan dia mengatakan kepada ku bahwa “berbaliklah lagi dan tetap menunduk,kamu harus kembali ke posisi dimana sebelum aku menepuk pundak mu dan meminta mu untuk berbalik”. Aku mendengarkan nya dan melakukan seperti apa yang dia katakan.

Aku sudah kembali ke posisi semula dengan menunduk tetapi ada yang lain disana,yaitu didalam diriku. Aku sudah membawa keingin tahuan ku dari sepasang kaki yang berbeda dibelakang ku sebelumnya. Dia mengatakan kepada ku bahwa “mulailah mengangkat kepala mu bila kamu sudah merasa siap untuk itu dan pandanglah kedepan dengan sesekali melihat kesamping atau ke atas mu tetapi jangan pernah melihat kebelakang mu”.

Baiklah,aku tidak punya waktu yang lama untuk memutuskannya dan dengan segera aku menatap kedepan sehingga apa yang ku lihat nyaris membuat ku buta akan penglihatan ku,bahwa disana ku dapati dunia yang begitu luas dengan tampilannya yang begitu mempesona. Kemudian aku melihat kesamping kiri dan kanan ku,ternyata ada begitu banyak orang yang sedang berjalan dengan masing-masing tujuan yang berbeda,lalu aku melihat ke atas dan disana ku jumpai tingginya langit dengan cakrawala yang mengindahkan tatapan ku. Setelahnya,aku tidak dapat berkata-kata. Aku terpesona pada pandangan yang pertama.

Dia menanyai ku tentang apa yang aku rasakan setelah memutuskan untuk berhenti menunduk. Dengan lantang aku katakan bahwa, “ternyata selama ini aku tidak sendiri dan dimataku terbentang dunia yang begitu luas”. Sekali lagi dia menepuk pundak ku sambil berkata “Sekarang kamu bebas menentukan arah perjalanmu dan ingat jangan pernah berbalik karena perjalanan mu sudah sejauh ini yang perlu kamu lakukan hanyalah terus berjalan kedepan dan tetapkan arah tujuan langkah mu”.

Dalam hal ini dia telah menyadarkan ku bahwa selama ini hidup yang aku lalui aku tidak benar-benar hidup. Aku telah begitu lama menutup mata akan dunia yang begitu luas ini dan aku juga sudah melupakan kehadiran orang-orang yang juga berjalan bersama ku,aku telah menjadi orang yang begitu menyedihkan dengan hanya menatap langkah ku saja,aku tidak tahu apa yang aku inginkan dan aku tidak tahu tujuan hidup ku tetapi semenjak kehadiran dia yang tiada bosannya bercerita kepada ku akan indahnya kehidupan yang sudah dia lalui dan betapa sabarnya dia menghadapi ku yang hanya diam. Aku sungguh telah diubahkan olehnya dan aku tidak akan melupakannya,walaupun dia memintaku untuk tidak menatap kebelakang sehingga aku juga tidak dapat melihatnya tetapi aku sangat berharap dia menyusulku dan berjalan disamping ku saja. Setidaknya aku bisa melihat rupa dari orang yang telah menyadarkan ku akan arah dan tujuan hidup ku.

Seringkali dalam hidup ini kita hanya terpaku pada masalah hidup kita saja,padahal diluar sana masih banyak hal yang dapat kita lakukan selain meratapi diri. Kemudian tidak jarang juga kita menutup diri akan perubahan,kita dengan keras mempertahankan pemikiran kita padahal bisa saja diluar sana ada pemikiran yang lebih tepat daripada pemikiran kita.

Jangan takut untuk berubah ke arah yang lebih baik tentunya dan jadilah peka karena terkadang sesuatu yang baik sering kali bagitu dekat dan kita abaikan kehadirannya.

The last but not the least,i want to say Thank you so much for someone who make me different now 😍

Jadilah Berkat

Saya ga tau sampai dimana Tuhan kasi saya kesempatan untuk hidup dan saya juga ga pernah tau persis saat seperti apa dan dengan cara yang bagaimana hidup saya diakhiri,yang saya tau hanyalah ketika sampai saat ini saya masih diijinkan untuk hidup berarti Tuhan punya maksud dan rencana dalam hidup saya karena Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan cuma-cuma.

Jadi apa pun saat ini yang menimpa saya,yang terjadi dalam hidup saya dan yang saya alami adalah atas kehendak Tuhan. Saya hanya harus menerimanya dengan lapang dada,menjalaninya dengan ikhlas dan selalu bersandar kepada Tuhan karena hanya Dia lah yang berhak atas hidup dan mati saya.

Sering memang sebagai manusia biasa saya katakan sudah tidak sanggup lagi, ini semua sangatlah berat, saya sudah tidak mampu menjalaninya dan saya menyerah tetapi dalam setiap kesempatan itu Tuhan katakan kepada saya bahwa “Saya beserta engkau dari dulu hingga sekarang dan Saya tidak akan pernah meninggalkan ciptaan Saya. Saya tau apa yang terbaik untuk engkau jadi bersabarlah,teruslah dijalan yang benar karena setiap rancangan Ku adalah sempurna dan segala sesuatu akan indah pada waktunya”.

Baiklah Tuhan,jadi jika saat ini saya masih hidup dengan masalah dan beban hidup yang begitu berat semua itu atas seijin Tuhan. Dia sudah memperkirakan sampai dimana batas kemampuan saya dan apa pun itu yang Tuhan perbuat adalah untuk kebaikan saya.

Saya tidak mengatakan semua itu atas dasar saya adalah orang yang paling benar,paling suci atau saya adalah orang yang pernah lulus dari sekolah keagamaan tetapi saya mengatakan semua itu atas dasar keinginan saya menjadi berkat,karena untuk menjadi berkat buat orang-orang yang berada disekitar kita Tuhan tidak memakai orang yang luar biasa hidup nya tetapi kepada orang yang biasa-biasa saja sehingga ketika hidup nya berdampak untuk orang lain maka disitulah dia akan diubahkan menjadi orang yang luar biasa.

Jangan pernah menunggu hidup mu sudah sukses,kaya raya,tercapai semua yang kamu inginkan,digenapi atas semua doa-doa mu atau tunggu sudah lulus sekolah keagamaan baru kamu bersaksi atas hidupmu yang bahagia itu,tetapi mulailah sejak sekarang bagaimanapun keadaan mu saat ini,susah senang tetap jadikan hidup mu sebagai kesaksian untuk memberkati orang lain.

Dalam keadaan sakit,berduka,miskin,dalam tekanan,hinaan,dikucilkan atau apapun itu yang terasa sulit bagi mu tetaplah bersaksi bahwa Tuhan itu baik dan Dia lah yang ambil alih atas hidup mu. Tidak semua hidup berakhir dengan indah di dunia ini,justru sering saya melihat ataupun mendengar seseorang yang selama hidupnya mengasi Tuhan dengan sungguh tetapi sampai mati pun dia tidak lepas dari yang namanya masalah atau beban hidup. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah tujuan hidup kita bukan untuk dunia ini,tetapi untuk hidup yang kekal yang dari padanya kita harus menderita dulu, sengsara dulu, harus meninggalkan segala kenikmatan yang berasal dari dunia ini sehingga Tuhan mengatakan kepada kita untuk jangan serupa dengan dunia ini. Kita harus meninggalkan semua yang bersifat duniawi.

Mengikut Tuhan tidak akan membuat kita terhindar dari masalah tetapi mengikut Tuhan akan membuat kita menjadi kuat dalam menghadapi masalah. Jadi sekarang,apapun itu masalah yang kamu hadapi dan beban hidup yang kamu pikul serahkan lah kedalam tangan Tuhan,biarlah Tuhan berkarya dalam hidup mu sehingga hidup mu dapat berdampak dan mulai lah untuk bersaksi akan cinta kasih Tuhan.

Pelajaran hidup hanya kita dapatkan saat kita masih hidup,jadi belajarlah selagi masih hidup kemudian ajarilah orang lain atas pelajaran hidup mu maka hidup mu tidak akan menjadi sia-sia.

Saat menulis ini saya tidak dalam keadaan yang baik-baik saja karena yang saya alami saat ini adalah begitu berat tetapi tetap saya katakan Tuhan itu baik walau dengan bercucuran air mata,saya ingin menjadi berkat.

Semoga anda yang membaca ini dapat beroleh berkat daripadanya dan belajarlah untuk menjadi berkat bagi sesama 😍

Apakah Ibu Ada di Rumah?

Kutipan ini saya ambil dari buku HATI SEORANG IBU yang ditulis oleh Jean Fleming.

Apakah Ibu Ada di Rumah?

Tuntutan keuangan,kejemuan terhadap peranan sebagai ibu rumah tangga dan tekanan dari gerakan wanita telah meningkatkan jumlah para ibu memasuki lapangan pekerjaan. Setiap tahun semakin banyak ibu memilih untuk bekerja sementara mereka menempatkan anak-anak mereka yang masih belum bersekolah dalam berbagai macam fasilitas perawatan pada siang hari.

Dr. Mary Salter Ainsworth memberikan komentar,diantara perkembangan yang paling penting dari ilmu kedokteran jiwa selama lebih dari seperempat abad yang baru lalu adalah peningkatan yang mantap dari bukti bahwa kualitas pemeliharaan orang tua yang diterima seorang anak dalam tahun-tahun pertama kehidupannya sangat penting bagi kesehatan mentalnya dimasa yang akan datang.

Kehadiran seorang ibu pada masa kecil dan seluruh tahapan sebelum bersekolah itu penting karena lebih banyak pengetahuan diperoleh pada masa lima tahun pertama daripada dalam periode kehidupan yang manapun. Para ahli setuju bahwa sebesar 85% dari karakter seorang anak dikembangkan dalam tahun2 pertama sebelum usia 5 tahun dan cara anak itu dibesarkan dalam tahun2 pertama paling sedikit menentukan 20 angka dari IQ nya.

Bagaimana dengan tahun2 di Sekolah Dasar? Tak begitu banyak perhatian diberikan terhadap pengaruh ibu dalam kelompok usia ini,tetapi haruskah kita menunggu hasil penyelidikan dimasa yg akan datang oleh para ahli untuk meyakinkan kita akan kebutuhan anak2 selama periode ini pula? Dalam tahun2 usia sekolah,teman2 sebaya dan guru2 menambah pengaruh mereka,namun orang tua dapat memutuskan berapa banyak bagian dari suatu kesan yg dapat diterima dari pengaruh2 yg lain itu. Melalui pengajaran yg berkesinambungan dan keterlibatan pribadi yg kuat seorang ibu dapat terus mengasihi dan menguatkan anaknya dan juga menafsirkan, mengubah, memperkuat, atau memperkecil pengaruh yang lain.

Perbedaan yg dapat dihasilkan dari kehadiran kita dapat terus berlanjut sepanjang tahun2 remaja anak kita. Namun sebuah penyelidikan baru2 ini yg dilakukan oleh Junior Achievement melaporkan bahwa para orangtua telah kehilangan tempat mereka yang paling menonjol sebagai pengaruh utama dalam kehidupan anak remaja mereka. Pada tahun 1960 para remaja menempatkan orangtua mereka diurutan paling atas,tetapi dewasa ini teman2 sebaya mereka menduduki tempat yang memiliki pengaruh tertinggi. Teman2, televisi dan musik, mereka semuanya telah memberi dampak yang semakin berpengaruh.

Apakah hal ini terjadi karena semakin sedikit orangtua yg terlibat dalam mengevaluasi kegiatan yang dilakukan anak2 remaja mereka diwaktu senggang dan dalam menyelidiki pilihan2 yang bermanfaat terhadap kecenderungan2 yang merusak? Anak2 kita perlu merasakan kehadiran, kasih sayang dan pertolongan kita pada waktu mereka mengambil keputusan sepanjang tahun2 mereka menginjak masa dewasa.

Semoga bermanfaat 😍

Apakah kamu bisa menjamin masa depan seseorang?

Jalan kehidupan setiap orang itu berbeda-beda. Bisa jadi orang yang kamu lihat begitu lemah sekarang kedepannya dia bisa menjadi orang yang begitu kuat. Semuanya masalah waktu,kapan saja waktunya tiba kita tidak bisa memprediksi.

Seringkali kita melupakan akan kehadiran hari esok. Seolah-olah hari ini adalah segalanya. Sama halnya dalam memandang orang lain,terkadang tanpa sengaja atau dengan sangat sengaja kita bisa begitu mudah merendahkan orang lain,menyombongkan diri,menjelekkan orang lain dan menamai baik diri sendiri. Kita lupa bahwa waktu juga berkuasa akan hari esok,dia bisa menunjukkan keadilan.

Untuk segala sesuatu memang ada masanya. Hari ini kita boleh jadi orang terkaya didunia,kita mampu mendapatkan segala yang kita inginkan dengan mudah dan melupakan orang terendah yang berada pada pijakkan kita yang bahkan tidak mampu untuk menginginkan apalagi untuk mendapatkan. Lalu bolehkah kita merendahkan mereka lantaran kita merasa tinggi? Tidak. Justru keberadaan merekalah yang menjadi tolak ukur harga diri kita sesungguhnya.

Ingat,harga diri tidak bisa dibeli dengan uang. Kamu bisa tinggi dalam kedudukan mu,mempunyai pangkat dan harta yang melimpah tetapi kamu buruk dalam beretika,sekalipun kamu mampu membeli dunia tapi harga dirimu tidak lebih mahal dari sebungkus permen.

Ilmu padi memang sangat baik untuk diterapkan. Tidak perlu begitu rupa dalam penjelasan akan siapa dirimu. Cukup orang lain yang melihat,menilai dan merasakan. Manusia memang butuh untuk dihargai,perasaan yang membuat mereka merasa berharga kadang bisa didapatkan dari pengakuan orang lain tetapi jangan jadikan pengakuan dari orang lain sebagai tolak ukur kepantasan mu. Karena akan ada saat dimana kita sudah tidak dihargai lagi tapi bukan berarti kita sudah tidak berharga,ini hanya masalah bagaimana seseorang memandang kita.

Kita sendirilah yang menentukan harga atas diri kita. Jika saat ini kita direndahkan,diremehkan bahkan kita mendapat perlakuan terburuk dari orang lain jangan pernah berkecil hati. Jadikan semua itu sebagai motivasi untuk kamu mengajarinya sesuatu,yaitu roda kehidupan itu berputar. Sekalipun nantinya kamu berada diposisi dia sekarang maka ini juga merupakan pelajaran untuk kamu sendiri,bahwa jangan pernah memperlakukan orang lain dengan tidak baik. Setidaknya kamu sudah mendapatkan kesempatan untuk merasakannya.

Saya sering menemukan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana seseorang “meramalkan” kehidupan orang lain. Tanda petik pada kata meramalkan itu saya maksudkan kepada orang yang bukan peramal tetapi meramal atas dasar apa yang mereka lihat sekarang,yang saya jumpai itu kebanyakan buruknya daripada baiknya.

Contohnya,ada seorang anak yang dimata orang lain dia seorang pemalas lalu dikatailah dia tidak akan bisa hidup enak kedepannya karena dia malas. Mungkin benar memang anak itu malas tetapi yang salah adalah orang yang mengatainya dan meramalkannya. Alangkah baiknya jika kita tidak bisa memberikan solusi yang baik maka janganlah berkomentar atas kehidupan orang lain. Bisa jadi nanti kedepannya si pemalas ini yang mempekerjakan kamu.

Contoh lain,sering dijumpai pada anak-anak yang putus sekolah dengan berbagai alasan sehingga mereka sering ditanyai “mau jadi apa nanti kamu kedepannya,sekolah aja ga tamat. Bisa apa kamu?” Ini pertanyaan yang meragukan masa depan orang lain atas apa yang mereka lihat sekarang. Jangan salah,banyak kok orang sukses diluar sana yang bahkan tidak pernah duduk dibangku Sekolah Dasar dan tidak sedikit juga orang hebat dan luar biasa yang dulunya adalah seorang pemalas.

Seperti yang saya katakan diawal,ini hanya masalah waktu. Seorang pemalas sekarang dia bisa berubah menjadi rajin,begitu juga dengan anak yang putus sekolah dia bisa mendapatkan ilmu yang bahkan tidak diajarkan dibangku sekolah. Setiap orang berhak atas kehidupan seperti apa yang dia inginkan dan bagaimana dia menjalaninya,karena itu adalah hidupnya. Apa yang kamu lihat sekarang tidak sepenuhnya menentukan apa yang akan kamu lihat kedepannya.

Dari pelajaran di atas saya tidak mengatakan menjadi seorang pemalas adalah baik,ketika bisa rajin kenapa harus malas? Hidup itu pilahan bukan? Samahalnya dengan anak yang putus sekolah atau yang tidak pernah sekolah sekalipun,saya tidak mengatakan itu lebih baik. Hanya saja disini saya menekan kan tentang cara kita memandang orang lain dengan positif,memperlakukan orang lain dengan baik dan bagaimana menghargai dirisendiri.

Hidup ini banyak mengajari kita sesuatu,tergantung kita mau belajar dari nya atau tidak.

Semoga bermanfaat 😍

Fokus

Menurut saya,fokus itu adalah saat dimana kamu berhenti membandingkan dan terus mencari yang terbaik,tapi mulai memutuskan untuk menekuni dan menetapkan pada satu pilihan dengan bertanggung jawab.

Seringkali kita menghabiskan waktu dengan pencarian yang terbaik,terus membandingkan yang sudah kita miliki dengan yang belum kita miliki. Tidak jarang juga kita melupakan syukur sehingga merasa kurang,belum cukup dan tidak puas.

Bila kita ingin terus membandingkan dan mencari yang terbaik maka seumur hidup kita tidak akan pernah cukup karena akan selalu ada yang lebih baik dari yang sudah kita miliki. Daripada menghabiskan waktu untuk terus mencari alangkah baiknya bila kita mencoba untuk memperbaiki dari yang sudah kita miliki.

Lihatlah kedalam hidup mu sekarang. Apa yang sudah kamu miliki dan masih kamu banding-bandingkan dengan yang lain? Atau kamu sudah mengabaikan sesuatu itu demi yang lainnya? Sudahkah kamu menemukan yang benar-benar sempurna dari pencarian mu? Koreksi dulu dan jawab dalam hati saja.

Hello good people,hidup ini bukan seperti drama korea yang bisa dengan mudah mendapatkan kesempurnaan dari yang kita inginkan atau seperti film FTV yang sudah tertulis dengan indah ceritanya,tapi ini hidup dan dunia nyata yang takan habis-habisnya bila kamu mau mencari yang sempurna dan tidak akan pernah kamu temukan.

Tidak salah bila kita menginginkan yang terbaik untuk kita miliki tapi yang salah adalah bila kita mengabaikan ketulusan,kesetiaan dan kesabaran seseorang hanya demi ego kita.

Disini saya berbicara tentang pasangan hidup. Pastinya setiap orang akan sangat berhati-hati dalam memilih pasangan hidup karena itu suatu keputusan yang menentukan masa depan keluarga mu nanti. Saya sendiri berpendapat bahwa menikah cukup sekali seumur hidup. Tapi walaupun begitu menakutkan untuk memilih akan lebih baik dari pada kamu tidak pernah memutuskan untuk memilih,terus mencari atau menanti yang sempurna seumur hidup mu.

Jika sekarang kamu mulai memikirkan untuk menikah dan kamu sudah memiliki calonnya maka sudah saatnya untuk belajar fokus. Lihat lah calon mu itu sebagai dirimu, perlakukan dia seperti dirimu sendiri. Kamu tentu tahu kan bagaimana kamu ingin diperlakukan? Pikirkan saja bagaimana jika seseorang mengabaikan mu lantaran ada yang lebih baik dari kamu? Tidak salah bila kamu memutuskan untuk meninggalkan seseorang dengan alasan seseorang itu tidak baik untuk mu. 

Saya akan bercerita sedikit tentang bagaimana seorang perempuan akhirnya memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anaknya sendiri tanpa sosok suami,bukan karena ditinggal meninggal tapi perempuan ini merasa bahwa pria yang telah menghamilinya tidak pantas untuk menjadi suaminya atau ayah dari anaknya.

Kisah ini bermula ketika perempuan ini memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan seorang pria yang sudah 5 tahun dijalaninya. Masalahnya hanya karena pria ini belum siap untuk mengungkapkan keseriusan hubungan mereka dengan keluarga si perempuan. Si pria belum siap dengan alasan kuliahnya belum selesai dan dia juga belum mendapatkan pekerjaan yang layak,sementara perempuan ini sudah berhasil mengantongi gelar Amd. Keb dan mulai magang disebuah puskesmas di kampungnya.

Disaat hubungan mereka yang sedang tidak baik lalu muncullah orang ke tiga yang membutakan mata hati si perempuan ini,dia mulai berpaling lantaran pria yang ketiga ini menawarkan kesempurnaan seperti yang perempuan ini cari. Pria yang kedua ini sudah mapan dan juga berani mengenalkan diri ke keluarga si perempuan. Dalam waktu yang sangat singkat,perempuan ini sudah melupakan si pria pertamanya. Hubungan nya dengan pria kedua ini sudah sangat dekat,dia berani memberikan diri seutuhnya karena pria kedua ini berhasil meyakinkannya. Namun waktu memang tidak pandai mendusta,setelah berjalannya waktu si pria kedua ini mulai menampakkan sosoknya yang sebenarnya.  Pria kedua ini telah menduakan dan melakukan kekerasan terhadap si perempuan,tapi tetap tidak membuat perempuan ini mundur dengan harapan pria keduanya dapat berubah dan menjadi pria yang baik untuknya kelak. Sampai akhirnya perempuan ini hamil,namun naasnya ketika dia memberitahu si prianya tidak mau bertanggung jawab. Perempuan ini masih sangat sabar menanti keajaiban dari si prianya,sampai diusia kehamilannya yang ke empat bulan dia tetap berlaku baik pada pria itu. Tapi lain dari yang diharapkan,pria itu malah berniat untuk membuang janin yang tidak bersalah itu. Tapi itulah yang namanya cinta memang dapat membutakan seseorang,perempuan ini menyetujui usulan si prianya. Berbagai cara mereka lakukan untuk menggugurkan kandungan si perempuan ini tapi Tuhan memang punya rencana lain,janinnya sangat kuat dan tetap memilih untuk bertahan hidup. Setelah gagal usaha itu,akhirnya si perempuan benar-benar ditinggalkan oleh prianya. Nomor hp nya sudah tidak bisa dihubungi begitu juga dengan Bbm nya sudah tidak aktif. Si perempuan tetap berusaha mencari kabar prianya itu,dari bertanya pada teman-temannya sampai menghubungi keluarga pria itu juga tapi tidak ada satupun yang bisa memberitahu dimana prianya berada. Usia kehamilannya semakin bertambah,ukuran perutnya sudah tidak bisa disembunyikan lagi akhirnya wanita ini memutuskan berhenti berharap dan memutuskan untuk sendiri apapun yang terjadi,sekalipun prianya itu muncul dan meminta ingin kembali dia tetap menolak. Waktu terus berlalu hingga sampailah hari dimana sang pemenang itu dilahirkan tanpa sosok ayah disampingnya,bukan karena ke egoisan sang ibu yang tidak menerima kembalinya sang ayah anak itu tapi karena dia sudah memutuskan bahwa pria yang sudah membiarkannya dan meninggalkannya tidak layak mendapatkan bagian dari hidupnya lagi.

Sungguh ini kisah nyata dari teman saya sendiri. Sayalah orang yang berada disampingnya saat dia mengalami semua itu. Betapapun hancurnya hidup karena ditinggalkan pergi atau dikhianati tetapi hidup tetap akan berlanjut. Jadi jalani saja,Tuhan tahu betul sampai dimana batas kemampuan kita.

Pelajaran juga buat kita untuk tidak menyia-nyiakan hidup seseorang hanya demi mengejar yang lebih baik juga untuk kita tidak terlalu keras mempertahankan yang sudah tidak pantas dipertahankan. Lebih baik merelakan daripada menyimpan dendam yang akan terus menyakiti diri kita sendiri. Memang lebih mudah berbicara dari pada melakukan,tapi apa salahnya bila kita belajar.

Jangan biarkan dirimu untuk terus disakiti,mulailah untuk menghargai diri dengan berpikir bahwa kamu pantas untuk bahagia. Teruslah memperbaiki diri dan jangan terus menuntut yang terbaik sementara diri kita sendiri belum baik.

Fokus dan semoga kita semua mendapatkan pasangan hidup yang baik 🙏

from Zero

Memulai dari nol dan berangkat dari titik terendah memang tidak bisa dipungkiri kesulitannya,tapi dari situ ada pelajaran termahal yang tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidak mau mencoba yaitu prosesnya.

Manusia tidak bisa memilih dari keluarga yang seperti apa dia dilahirkan,dari suku mana dia dibesarkan dan dari agama apa dia diajarkan kepercayaan sebab dia lahir dari rahim ibunya tidak membawa pilihan atas itu. Sekalipun dia lahir dari latar belakang keluarga yang miskin,keluarga yang hancur berantakan,broken home atau dari seorang teroris sekalipun dia lahir sebagai dirinya sendiri dan dia berhak menentukan seperti apa kehidupannya kelak. Dia berhak mengubah keluarganya yang miskin menjadi kaya,dari yang tidak akur menjadi damai,juga dia berhak untuk mengubah lagi kepercayaannya.

Beruntunglah jika kamu dilahirkan dari keluarga yang kaya,harmonis dan terpandang. Tetapi juga tidak boleh menjadikan mu sombong atau angkuh atas keberadaan mu yang beruntung. Apa pun itu yang kamu dapatkan dari keluarga mu tetap milik keluarga mu,belum tentu kedepannya kehidupan mu akan sebaik dan seberuntung keluarga mu. 

Dalam kasus ini ada pelajaran dan makna yang dapat diambil,bahwa kita dilahirkan sebagai pemenang. Keberadaan kita ditempat sekarang tentu membawa arti masing-masing,tidak ada yang sia-sia atau hanya sekedar menumpang hidup. Kamulah yang memutuskan hidup mu akan menjadi seperti apa.

Saya membicarakan tentang kehidupan saya sendiri,dimana saya juga bukan orang yang beruntung dilahirkan dari keluarga yang normal dalam arti semuanya baik-baik saja,tetapi saya selalu tegaskan bahwa saya beruntung dilahirkan menjadi saya. Saya dilahirkan dikeluarga yang membuat saya harus berusaha lebih dibandingkan orang lain,tetapi saya tetap bersyukur bahwa ketika hidup saya tidak menawarkan murah atas apa yang saya inginkan tetapi saya harus membayar mahal atasnya disitu kadang saya merasa hidup saya berkualitas,hidup saya terbentuk atas dasar yang kuat sehingga tidak mudah untuk dihancurkan.

Saya punya impian,cita-cita dan harapan tentunya untuk kehidupan saya kelak lebih baik dari sekarang. Saya juga sedang berjuang mengubah hidup saya. Ada kepuasan tersendiri saat kita memulai hidup dari nol atau berangkat dari titik terendah. Tidak ada yang salah dengan penempatan hidup kita,semua sudah diatur dan tinggal bagaimana lagi kita menjalaninya. Marilah kita bersama memperjuangkan hidup untuk lebih baik lagi,terus memperbaiki diri dan buatlah hidup mu berdampak untuk orang lain.

Dandelion

Hadapilah hidup ini dengan lapang dada,terimalah dengan ikhlas bagaimanapun bentuk kehidupan yang sudah ditakdirkan padamu.

Terkadang,untuk sesuatu yang baik butuh keburukan untuk memunculkannya. Maknai setiap proses,ambil pelajaran dari padanya.

Setiap orang diciptakan berbeda-beda dan tentu punya tujuan yang berbeda-beda pula. Begitupun proses dari suksesnya seseorang tentu tidak sama. Jalani saja jalanmu,jinakkan dan taklukkan. Tentukan arah mana yang kamu tuju sebab kesanalah akan kamu bawa hidupmu.

Dalam pencapaian butuh usaha dan kerja keras bahkan mungkin pengorbanan. Tentu saja tidak ada yang mudah,dari situlah kamu dapat belajar arti berjuang. Bukan dengan pedang,tombak atau perisai tapi dengan komitmen,fokus dan pantang menyerah tentunya karena lawan mu disini adalah dirimu sendiri. Hal tersulit adalah menahlukkan dirisendiri. Kuasai dirimu maka kamu dapat menguasai hidupmu.

Dari tumbuhan dandelion kita dapat belajar arti hidup,bahwa kemanapun angin membawanya terbang dia tidak melawan tetapi terus ikut terbang dengannya sehingga saat dimana angin menjatuhkannya dia akan tumbuh ditempat dimana dia ditinggalkan dan dijatuhkan angin. Apakah anginnya salah? Tidak. Justru angin sangat berdampak untuk pertumbuhannya. Tanpa angin,biji dandelion hanya akan jatuh dibawah tangkainya lalu hanya tumbuh dan berbunga disitu. Tetapi karena terpaan anginlah dia dapat terbang,jauh dan tumbuh ditempat yang baru. Begitulah kehidupan,terkadang masalah dan musibah dapat membukakan jalan untuk hidup kita. Karenanya kita dapat kuat dan terlatih sehingga mampu untuk hidup dari kerasnya kehidupan ini. Jadikanlah masalah sebagai batu loncatan untuk kita dapat lebih tinggi mengambil loncatan selanjutnya. Saat jatuh upayakan dirimu untuk bangkit lagi,jangan pernah menyerah dan putus asa sebab hidup selalu menawarkan harapan baru disetiap detiknya selama kamu tidak menghentikan langkahmu. Apapun itu cita-cita,impin dan harapanmu teruslah perjuangkan sehingga kata menyerah enggan menghampirimu. Kamulah orang yang harus bertanggung jawab atas hidupmu.